Mitos Seputar Kehamilan di Dalam Masyarakat

Mitos Seputar Kehamilan

Di dalam masyarakat kita terdapat banyak sekali mitos seputar kehamilan yang mungkin juga sudah sering Anda dengarkan. Beberapa dari mitos-mitos ini bisa dibuktikan secara ilmiah namun tidak sedikit juga dari mitos-mitos ini yang tidak jelas dasarnya.

Pada kesempatan kali ini, kita coba membahas beberapa mitos yang palling sering didapatkan di masyarakat tentang kehamilan. Bagi yang penasaran, berikut beberapa mitos yang sering ada dalam masyarakat dan sering kita dengar.

1. Olahraga Jalan Cepat Bikin Cepat Hamil

Sebenarnya bukan jalan cepat saja, semua jenis olahraga ringan dapat membuat tubuh menjadi fit dan sehat. Di samping itu, mengingat bahwa berat tubuh ideal juga menjadi salah satu faktor yang berpengaruh supaya cepat hamil. Olahraga ringan juga akan membantu sang calon Ibu hamil mengendalikan berat badannya.

Penelitian menunjukkann bahwa wanita dengan berat tubuh yang ideal akan lebih mudah untuk hamil dari wanita yang mengalami masalah berat badan. Peluang untuk hamil lebih kecil bukan hanya pada wanita yang terlalu gemuk tapi juga yang terlalu kurus.

Selain sebagai media untuk menurunkan berat badan, olahraga juga mampu menyeimbangkan sistem hormonal di dalam tubuh. Namun yang perlu Anda perhatikan juga adalah pola istirahat setelah melakukan olahraga, karena tubuh butuh istirahat yang cukup.

2. Adopsilah Anak Supaya Cepat Hamil

Pada beberapa kasus, hal ini memang bisa terjadi. Dalam masyarakat kita, banyak pasangan yang sudah menikah bertahun-tahun namun belum punya anak, lalu memutuskan untuk mengadopsi anak sebagai “pemancing”.

Meskipun belum benar-benar terbukti secara ilmiah, namun beberapa pasangan telah membuktikan kemanjuran tips yang satu ini. Secara psikologis, kehadiran anak adopsi akan mempengaruhi pasangan suami-istri, terutama sang Ibu.

Anak yang diadopsi, akan membawa kebahagiaan dan mengurangi ketegangan emosi dan depresi sang Ibu sehingga berpengaruh positif bagi kondisi psikologisnya.

Mengingat stress juga salah satu penyebab sulitnya kehamilan, maka hal ini tentu saja akan membantu meningkatkan produksi hormon yang akan mengoptimalkan fungsi sistem reproduksi sehingga dapat mempercepat terjadinya kehamilan.

3. Tamballah Gigi yang Berlubang Jika Ingin Cepat Hamil

Ternyata ini bukan mitos semata. Meskipun belum adanya kebenaran yang absolut mengenai hal ini, namun beberapa studi menunjukkan adanya hubungan antara kesehatan gigi dan gusi dengan kesehatan rahim.

Bahkan ada penelitian yang pernah menunjukkan bakteri yang sama dengan bakteri yang terdapat pada lubang gigi ditemukan di rahim dan saluran telur. Beberapa dokter kandungan juga meyakini kebenaran ini dan menyarankan pasiennya untuk menutup lubang giginya.

4. Setelah Berhubungan Intim Berbaringlah ke Arah Kanan

Inti dari mitos seputar kehamilan yang satu ini adalah “arah kanan”. Secara medis hal ini belum pernah diteliti namun berdasarkan pengetahuan mengenai struktur anatomi alat reproduksi wanita, bahwa mitos ini keliru.

Arah kanan atau pun kiri ketika berbaring setelah berhubungan intim tidaklah membawa pengaruh yang signifikan terhadap jalannya sperma untuk menuju sel telur.

Baca juga: Cara Menghitung Masa Subur Sistem Kalender

5. Lakukan Hubungan Intim Sesering Mungkin di Masa Subur

Secara logika, bila kita  mempersering hubungan intim maka kemungkinan hamil juga akan meningkat. Tentu saja ini yang mendasari pemikiran orang-orang dulu yang beerdasarkan logika  mereka untuk meningkatkan frekuensi usah mendapatkan anak.

Namun secara medis, mitos seputar kehamilan seperti ini kurang tepat karena dengan frekuensi berhubungan intim yang terlalu sering maka kualitas sperma akan menurun.

Walaupun frekuensi hubungan intim ditingkatkan, bila kualitas sperma menurun karena keseringan dikeluarkan tentunya tidak akan meningkatkan peluang hamil. Sel sperma membutuhkan jumlah dan kemampuan gerak tertentu untuk bisa membuahi sel telur.

Sperma itu sendiri juga membutuhkan waktu yang cukup untuk proses pembentukkannya. Jadi bisa disimpulkan bahwa sperma yang  dikeluarkan lewat hubungan intim yang terlalu sering adalah sperma yang kurang berkualitas.

Prinsip “utamakan kualitas daripada kuantitas” juga berlaku dalam hal hubungan intim.

Kualias sperma adalah salah satu faktor penting dalam meningkatkan peluang hamil. Maka utamakanlah kualitas hubungan intim Anda dan jangan terlalu memaksakan diri untuk berhubungan intim  dengan alasan “mumpung lagi subur”.

6. Ingin Bayi Kembar Berhubunganlah Dua Kali Dalam Rentang Waktu yang Singkat

Ini adalah sebuah mitos seputar kehamilan atau keyakinan di dalam masyarakat yang salah. Kemungkinan kelahiran bayi kembar lebih disebabkan karena pengaruh sperma dan sel telur saat dibuahi.

Kehamilan kembar dapat berupa kembar satu sel telur (identik) atau dua sel telur. Calon ayah atau Ibu yang memiliki gen kembar juga meningkatkan peluang untuk terjadinya kelahiran bayi kembar.

7. Bila Ingin Hamil Dalam Waktu Singkat, Lakukan Hubungan Setelah Selesai Menstruasi

Mitos ini bisa jadi benar, tapi juga salah, semuanya tergantung pada masa ovulasi istri. Apabila masa ovulasinya pendek maka mitos ini benar karena masa subur hampir tidak ada. Tapi apabila masa ovulasinya panjang mitos ini salah.

Mitos ini menjadi salah ketika masa ovulasi panjang karena beberapa saat setelah menstruasi berakhir dinding rahim akan merapat dan juga tidak ada sekresi cairan dari kelenjar yang mana sangat dibutuhkan untuk melancarkan perjalanan sperma.

Vagina akan berada dalam kondisi kering selama beberapa hari. Dinding rahim yang merapat/menebal ini juga akan mempersulit jalannya sperma. Ini berlangsung selama tiga sampai lima hari dan dikenal sebagai masa tidak subur. Maka berhubungan di waktu ini justru sangat kecil peluang hamilnya.

8. Pihak Istri-lah yang Menentukan Jenis Kelamin Bayi, Bukan Pihak Suami

Mitos seputa kehamilan ini secara ilmiah telah terbukti salah. Yang menentukan jenis kelamin bayi adalah sperma sang calon ayah karena sperma laki-lakilah yang mengandung kromoson X dan Y, yaitu kromoson penentu jenis kelamin bayi. Sementara sel telu Ibu bersifat netral.

Tapi mengingat perbedaan sifat kedua kromosan ini, maka sang calon Ibu bisa membantu meningkatkan potensi kehamilan untuk jenis kelamin bayi yang dipilih dengan menciptakan suasana vagina yang diinginkan oleh masing-masing kromoson dan mengatur waktu berhubungan yang meningkatkan potensi kehamilan bagi jenis kelamin bayi sesuai keinginan.

Baca juga: Penyebab Infertilitas Pada Pria dan Wanita

9. Posisi Terbalik Akan Mempercepat Hamil

Ini adalah salah satu mitos kehamilan yang paling sering kita dengar di dalam masyarakat. Mitos ini mengatakan bahwa setelah bersenggama, segeralah berdiri dengan posisi terbalik (kepala di bawah kaki di atas) dengan bantuan dinding sebagai tempat bertumpu.

Berdasarkan pada teori yang ada, para ahli menyarankan untuk istri berbaring dahulu selama 20-30 menit setelah bersenggama untuk memberi kesempatan sperma berenang menuju sel telur. Tapi belum ada penelitian yang membahas tentang posisi terbalik.

Sperma berbeda dengan cairan seperti air biasa yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah. Sperma memiliki kemampuan untuk bergerak sendiri dan berenang menuju sel telur. Untuk menghindari cedera, sebaiknya jangan lakukan seperti mitos ini.

10. Posisi Rahim Retrofleksi Tidak Bisa Hamil dan Harus Diurut

Ini mitos yang tidak benar, karena banyak wanita dengan posisi rahim retrofleksi bisa tetap hamil. Ada pendapat yang mengatakan posisi berhubungan yang dapat mempermudah adalah dengan doggy style, tetapi dengan posisi klasik (misionaris) pun bisa.

Pada saat melakukan posisi misionaris, maka dengan bantuan bantal di panggul agar posisi pinggul lebih tinggi untuk membantu mempermudah perjalanan sperma. Dan jangan lupa bahwa pijat/urut rahim tidak akan mengubah posisi rahim.

Dari 10 mitos seputar kehamilan yang ada di atas, kira-kira mana yang paling sering Anda dengar atau temukan di dalam masyarakat? Banyak dari mitos tersebut telah ada sejak jaman dulu, yang perlu kita lakukan adalah menyikapinya dengan bijak dan hati-hati.

Credit:

  • Featured image by Ashton Mullins
  • Referensi: Buku dr. Rosdiana Ramli, SpOG.