Cara Menghitung Masa Subur Sistem Kalender

Menghitung Masa Subur Sistem Kalender

Mengetahui dan menghitung masa subur bukan hanya digunakan sebagai cara dasar untuk program hamil namun juga untuk yang ingin menunda kehamilan. Banyak pasangan suami-istri yang melakukan KB alami salah satunya yaitu memantau masa subur istri.

Jadi penghitungan masa subur yang baik akan berguna bagi yang ingin menunda kehamilan atau yang ingin menjaga jarak usia antar anak. Biasanya wanita yang telah bersuami dan sedang berupaya untuk hamil mengerti cara menghitung masa subur karena sangat dibutuhkan.

Kehamilan normal terjadi ketika seorang perempuan melakukan hubungan intim dengan pasangannya pada masa subur atau ovulasi. Pada saat itu, sperma pasangannya akan membuahi ovum atau sel telur matang perempuan tersebut. Sel ovum dilepaskan pada masa subur.

Ada beberapa cara menghitung masa subur yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah salah satunya dengan sistem kalender. Namun perlu Anda ingat, bahwa hasil penghitungan masa subur dengan cara apapun tidak ada yang bisa dianggap 100% pasti akurat.

Penghitungan Sistem Kalender

Untuk para Ibu, sebaiknya membiasakan diri unuk memberi tanda pada tanggal haid setiap bulan. Tanda ini bisa berupa coretan di kalender atau catatan di atas kertas kecil atau juga bisa mencatatnya dalam perangkat gadget seperti smartphone atau laptop.

Ini sebuah saran yang simpel namun penting sekali, karena cukup banyak wanita yang tidak bisa mengingat dengan persis kapan waktu haidnya. Mereka hanya mengandalkan ingatan mereka saja.

Cara menghitung masa subur sistem kalender ini cukup unik, karena selain untuk mengetahui masa subur juga dapat diandalkan sebagai salah satu metode kontrasepsi alamiah.

Siklus haid normal berlangsung antara 21 hingga 35 hari. Sebagai contoh misalnya hari pertama haid tanggal 5 Januari, maka haid berikutnya tanggal 1 Februari. Jadi siklus haid adalah lamanya hari mulai dari tanggal 5 Januari hingga tanggal 1 Februari, yaitu 27 hari.

Baca juga: Penyebab Infertilitas Pada Pria dan Wanita

Uniknya, sangat banyak wanita yang menganggap bahwa masa subur adalah hari ke-14. Ini bisa saja keliru karena ovulasi dan masa subur berbeda-beda setiap wanita, tergantung dari panjang dan teratur atau tidaknya siklus haid tiap-tiap individu.

Sebagai pedomannya, hari pertama haid dihitung sebagai hari ke-1 siklus haid, lamanya siklus haid mulai hari ke-1 sampai haid berikutnya.

Untuk siklus haid 28 hari, ovulasi terjadi pada ke-14 dan masa subur adalah 2 hingga 3 hari sebelum dan sesudah ovulasi. Jadi, masa subur terjadi antara hari ke-11 hingga hari ke-17.

Sementara untuk siklus 35 hari, ovulasi terjadi pada hari ke-21 dan masa subur pada hari ke-18 hingga hari ke-24. Bila siklus hadi pendek, ovulasi juga akan semakin cepat. Misalnya pada siklus haid 21 hari, ovulasi terjadi padda hari ke-7 dan masa subur adalah hari ke-4 hingga ke-10.

Tabel Masa Subur

Siklus HaidOvulasiMasa Subur
22Hari ke-8Hari ke 7-9
23Hari ke-9Hari ke 8-10
24Hari ke-10Hari ke 9-11
25Hari ke-11Hari ke 10-12
26Hari ke-12Hari ke 11-13
27Hari ke-13Hari ke 12-14
28Hari ke-14Hari ke 13-15
29Hari ke-15Hari ke 14-16
30Hari ke-16Hari ke 15-17
31Hari ke-17Hari ke 16-18
32Hari ke-18Hari ke 17-19
33Hari ke-19Hari ke 18-20
34Hari ke-20Hari ke 19-21
35Hari ke-21Hari ke 20-22
36Hari ke-22Hari ke 21-23

Nah, lalu kemudian timbul pertanyaan seperti ini dan merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering muncul!

Bagaimana dengan wanita yang siklus haid-nya tidak teratur?

Apakah Anda salah satu yang mengalami siklus haid teratur? Lansung saja simak cara menghitung masa subur berikut ini:

Untuk wanita yang memiliki siklus haid yang tidak teratur, Anda harus mempunyai catatan tentang siklus haid Anda selama minimal 6 bulan. Untuk menentukan masa subur, siklus haid terpendek dikurangi 18 dan siklus haid terpanjang dikurangi 11. Maka hasilnya adalah “masa subur Anda”.

Baca juga: Makanan dan Vitamin untuk Kesuburan Pria juga Wanita

Sebagai contoh, misalnya siklus haid terpendek 25 (25 – 18 = 7) dan siklus haid terpanjang 36 (36 – 11 = 25), berarti masa subur Anda antara hari ke 7 hingga ke-25. Rentang masa subur ini sangat panjang sehingga sulit menentukan kapan tepatnya terjadi ovulasi.

Kemungkinan Anda melakukan kesalahan dalam perhitungan selalu ada dan juga sangat perlu Anda sadari bahwa masa subur ini adalah kehendak tuhan. Kita hanya bisa berusaha memprediksi semampu kita, tentunya seiring dengan niat yang baik.

Referensi: Buku dr. Rosdiana Ramli, SpOG.