Penyebab Infertilitas Pada Pria dan Wanita

Infertilitas - Definisi, Jenis-jenis, dan Penyebabnya

Infertilitas merupakan istilah kedokteran untuk menjelaskan kata ketidaksuburan. Seperti yang kita ketahui, salah satu tujuan sebuah pernikahan adalah untuk memiliki keturunan. Maka pasangan yang telah siap menikah akan berusaha untuk segera menimang bayi.

Lalu, apa jadinya jika sang istri tidak kunjung hamil setelah beberapa kali melakukan aktivitas seksual dengan suami dalam masa subur dan tanpa kontrasepsi? Inilah yang lazim disebut dengan gejala kemandulan. Dalam bahasa medis hal ini dikenal dengan infertilitas.

I. Apa Itu Infertilitas?

Definisi infertilitas menurut dunia medis adalah sebagai berikut: Infertilitas adalah istilah yang digunakan untuk menyebut pasangan yang belum mempunyai anak walaupun sudah berhubungan intim secara teratur tanpa alat kontrasepsi dalam kurun waktu 1 tahun.

Berangkat dari definisi di atas, maka apakah Anda sudah termasuk dalam kategori tidak subur (infertil)? Bila Anda dan pasangan belum punya anak walaupun dalam berhubungan tidak menggunakan alat kontrasepsi, maka tanyakan sudah berapa lama?

II. Jenis-jenis Infertilitas

Yang tidak kalah penting untuk Anda dan pasangan ketahui adalah tentang jenis-jenis infertilitas itu sendiri.

A. Infertilitas Primer

Infertil primer adalah infertilitas yang terjadi pada wanita yang memang belum pernah hamil.

B. Infertilitas Sekunder

Sementara infertil sekunder masalah ketidaksuburan yang terjadi pada wanita yang sudah pernah hamil bahkan sudah pernah melahirkan sebelumnya.

Kebanyakan kasus yang terjadi pada masyarakat adalah infertil primer. Seringkali masalah infertilitas ini mengatasinya bisa dengan penanganan yang sederhana saja. Misalnya dengan pemilihan waktu yang tepat melakukan hubungan intim dan menerapkan pola atau gaya hidup sehat.

Namun tidak sedikit juga kasus infertilitas yang penanganannya harus dengan terapi dan pengobatan khusus yang prosesnya melalui pantauan dokter. Sebagian masyarakat mengenal dengan baik apa itu infertilitas dan menganggapnya sebagai sebuah aib atau musibah.

Berdasarkan penelitian, di Indonesia setidaknya ada 12% atau sekitar 3 juta pasangan yang berdomisili di kota maupun desa mengalami infertilitas, atau tidak kunjung mendapat kehamilan hingga tahun kedua usia pernikahan.

Namun disayangkan adalah kita sering menjumpai sebagian orang tua yang masih menyalahkan perempuan sebagai penyebab ketidakmampuan pasangan memiliki keturunan. Padahal, infertilitas tidak hanya terjadi pada wanita, tetapi juga pada pria.

Perlu kita ketahui bahwa terganggunya sistem reproduksi pria juga dapat menunda terjadinya kehamilan. Berdasarkan penelitian, masalah kesuburan yang terjadi adalah 40% akibat laki-laki, 40% akibat perempuan, dan sekitar 30% akibat keduanya.

Baca juga: Makanan dan Vitamin untuk Kesuburan Wanita juga Pria

III. Penyebab Infertilitas

Secara garis besar, penyebab infertilitas pada pria dan wanita yang paling sering ditemui di masyarakat antara lain:

A. Penyebab Infertilitas pada Pria

1. Sperma Buruk

Kualitas sperma menentukan terjadinya kehamilan. Hal ini menyangkut bentuk sperma dan gerakannya yang tidak sempurna. Sperma dengan struktur dan gerakan yang tidak normal tidak akan mampu mencapai sel telur.

Selanjutnya adalah konsentrasi sperma yang rendah. Normalnya, konsentrasi sperma yang sehat adalah 20 juta atau lebih sperma/ml semen.

2. Kelainan Genetik

Kelainan genetik atau sindroma Klinefelter menyebabkan seorang pria mempunyai satu kromoson Y dan dua kromoson X. Hal ini mempengaruhi pertumbuhan testis sehingga pria tersebut sedikit saja atau bahkan tidak memproduksi sperma sama sekali.

3. Gangguan Hormonal

Hormon testoteron yang terganggu dapat menghambat produksi sperma. Untuk merangsang agar testis memproduksi sperma, maka perlu hormon dari kelenjar ptituari. Bila hormon tersebut terganggu, jumlah menurun atau bahkan tidak ada, maka testis tidak akan bekerja sempurna.

4. Impotensi

Jika aliran darah ke penis tidak normal, maka penis tidak akan bisa berdiri dan berejakulasi.

5. Varikokel

Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah vena di daerah buah zakar.

6. Saluran Sperma yang Tersumbat.

Hal ini bisa saja merupakan bawaan lahir, atau adanya infeksi yang penyebabnya oleh bakteri.

7. Pengaruh Radiasi dan Obat

Radiasi dan obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi kualitas sperma, fungsi testis dan hormon reproduksi dan menyebabkan masalah kesuburan.

B. Penyebab Infertilitas Wanita

1. Endometriosis

Endometriosis adalah ketidaknormalan pertumbuhan jaringan implan di luar rahim atau uterus, padahal normalnya hanya tumbuh di dalam rahim.

2. Faktor Hormonal

Terjadinya kelainan hormon reproduksi, seperti lutein dan perangsang folikel dapat menghalangi terjadinya pelepasan sel telur. Kelenjar hipotalamus-pituitari yang abnormal karena faktor genetik, tumor, atau kanker juga dapat menghambat ovulasi.

Kelainan kelenjar tiroid, kelebihan dan kekurangan hormon tiroid juga bisa menyebabkan kacaunya siklus menstruasi pada wanita.

3. Menopause Dini

Menopause dini atau prematur terjadi bila perempuan berhenti menstruasi kemudian folikel ovariumnya telah menyusut sebelum berusia 40 tahun. Penyebab menopause dini bisa oleh kelainan imunitas, kemoterapi, radioterapi, dan merokok.

4. Penyumbatan Tuba Falopi

Tersumbat atau rusaknya tuba falopi ini umumnya disebabkan oleh salpingitis, yang dapat menghambat kehamilan atau menyebabkan kehamilan di luar kandungan.

5. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Sindrom ini menyebabkan banyaknya kista ovarium dan berlebihnya produksi androgen, testoteron, yang mengakibatkan tidak terjadinya ovulasi.

6. Tumor dan Kanker Rahim

Tumor dinding rahim yang jinak atau ganas dapat menyebabkan infertilitas.

7. Kelebihan Prolaktin

Bagi yang belum tahu, prolaktin adalah hormon yang merangsang produksi ASI pada Ibu hamil.

8. Stress, Anoreksia, dan Kegemukan (Obesitas)

Selain stress, anoreksia atau gangguan makan serius yang ditandai dengan pembatasan asupan makanan ekstrem, dan obesitas juga bagian dari penyebab infertilitas.

Kesimpulan

Penanganan infertilitas adalah masalah medis yang cukup kompleks dan melibatkan beberapa disiplin ilmu kedokteran. Jadi, pasangan yang dianggap infertil perlu melakukan konsultasi dan pemeriksaan yang juga cukup kompleks. Semuanya untuk mengetahui penyebab infertilitas pada suami dan istri.

Khusus bagi remaja, mengetahui apa itu infertilitas, jenis-jenis, dan penyebabnya sangatlah penting. Kemandulan pun bisa dicegah sejak dini, terutama bagi para remaja hendaknya rutin memeriksakan kesehatan reproduksi mereka, terutama jika ada gejala atau tanda tidak wajar.

Credit:

About the author

Adheens

Mulai menekuni dunia blogging sejak 2009, SEO enthusiast, senang mengikuti teknologi dan gadget, juga drone FPV.