Artikel ini akan memandu langkah para mahasiswa untuk membangun atau menyusun CV yang menarik sejak kuliah dengan memanfaatkan pengalaman organisasi dan magang secara strategis, bahkan sebelum kelulusan.
Saat melamar pekerjaan pertama, banyak fresh graduate yang bingung: mana yang lebih berharga bagi perekrut, pengalaman organisasi atau pengalaman magang? Faktanya, keduanya sangat berharga dan saling melengkapi.
Pengalaman Organisasi
Bergabung dengan BEM, Himpunan Mahasiswa, UKM, atau organisasi kampus lainnya adalah wadah untuk mengasah soft skills yang krusial di dunia kerja.
- Kepemimpinan (Leadership): Memimpin rapat, proyek, atau sebuah divisi.
- Kerja Sama Tim (Teamwork): Berkolaborasi dengan berbagai karakter untuk mencapai tujuan bersama.
- Komunikasi dan Negosiasi: Menyampaikan ide, mempresentasikan program, atau berdiskusi.
- Manajemen Waktu dan Proyek: Mengelola waktu antara akademik dan organisasi, serta menyelenggarakan event.
Pengalaman Magang
Magang memberikan gambaran langsung tentang dunia kerja dan mengembangkan hard skills serta pengetahuan industri.
- Hard Skills Spesifik: Mengoperasikan software tertentu (e.g., AutoCAD, SAP, Adobe Premiere), analisis data, atau teknik penulisan profesional.
- Pemahaman Industri: Memahami bagaimana sebuah perusahaan beroperasi, budaya kerja, dan etika profesional.
- Networking: Membangun koneksi dengan profesional di bidang yang Anda minati.
- Pencapaian Nyata (Achievement): Kontribusi pada proyek atau tugas nyata perusahaan.
Baca juga: Mengatasi Stress dan Anxiety Akibat Tugas Akademik
Presentasikan Pengalaman Organisasi & Magang di CV
Kuncinya adalah tidak hanya mendaftar, tetapi menjual pengalaman Anda. Maka gunakan metode STAR (Situation, Task, Action, Result) untuk membuat setiap poin menjadi powerful.
Contoh Menulis Pengalaman Organisasi untuk Menyusun CV:
- Buruk: “Anggota Divisi Acara BEM”
- Baik (Menggunakan STAR): “Staf Divisi Acara – BEM Fakultas Ekonomi (2023)”
- Situation/Task: Ditugaskan untuk merencanakan seminar kewirausahaan dengan target 150 peserta.
- Action: Memimpin koordinasi dengan 10 panitia, melakukan negosiasi dengan 5 sponsor untuk mendapatkan dana Rp 15 juta, dan mempromosikan acara melalui media sosial.
- Result: Berhasil menyelenggarakan acara dengan 170 peserta, melebihi target 13%, dan mendapatkan keuntungan bersih Rp 7 juta.
Contoh Menulis Pengalaman Magang untuk Menyusun CV:
- Buruk: “Magang di Divisi Marketing”
- Baik (Menggunakan STAR): “Marketing Intern – PT. ABC Digital (2025)”
- Situation/Task: Diberikan tanggung jawab untuk membantu meningkatkan engagement di platform Instagram perusahaan.
- Action: Membuat dan menjadwalkan 15 konten kreatif (reels & carousel), menganalisis performa insights, serta mengadakan 1 sesi giveaway.
- Result: Berhasil meningkatkan jumlah followers sebanyak 1,500 dalam 3 bulan dan meningkatkan engagement rate sebesar 25%.
Mana yang Lebih Penting Organisasi vs Magang?
Alih-alih membandingkan mana yang lebih penting antara pengalaman organisasi atau magang dalam langkah membangun dan menyusun CV, namun jalan terbaiknya adalah fokus pada menciptakan sinergi antara keduanya.
- Jika Anda aktif organisasi tapi minim magang: Tekankan soft skills leadership, project management, dan kemampuan beradaptasi Anda. Juga jelaskan bagaimana keterampilan ini dapat ditransfer ke peran yang Anda lamar.
- Jika Anda banyak magang tapi minim organisasi: Soroti hard skills, pencapaian kuantitatif, dan pemahaman industri Anda. Maka tambahkan bahwa Anda adalah pribadi yang mandiri dan cepat beradaptasi dengan lingkungan profesional.
- Idealnya, miliki keduanya: CV yang menunjukkan keseimbangan antara soft skills (dari organisasi) dan hard skills (dari magang) adalah CV yang paling kuat.
Akhir Kata
Langkah membangun atau menyusun CV sejak kuliah, baik dengan pengalaman organisasi maupun magang adalah investasi berharga untuk masa depan karier. Jangan melihatnya sebagai pesaing, tetapi sebagai dua pilar yang saling menguatkan.
Mulailah aktif mencari peluang untuk kedua hal ini sejak dini. Karena dengan merepresentasikannya secara strategis di CV menggunakan metode STAR, Anda akan memiliki CV yang menonjol dan akan lebih siap bersaing di dunia kerja.
FAQ: Pertanyaan Seputar Menyusun CV untuk Mahasiswa
Q: Bagaimana jika saya tidak memiliki pengalaman organisasi ATAU magang sama sekali?
A: Fokus pada pengalaman lain yang relevan, seperti proyek tugas akhir yang kompleks, kegiatan volunteer, prestasi dalam kompetisi, atau proyek pribadi (seperti blog, toko online, atau portofolio desain). Analisis keterampilan yang Anda dapatkan dari sana dan tuangkan ke dalam CV.
Q: Mana yang harus didahulukan di CV jika pengalaman organisasi lebih “bergengsi” daripada magang?
A: Urutkan berdasarkan relevansi. Jika melamar posisi manajemen, pengalaman organisasi yang menunjukkan leadership bisa Anda dahulukan. Jika melamar posisi teknis, magang yang relevan lebih utama. Namun apabila ragu, gunakan urutan kronologis terbalik (pengalaman terbaru di atas).
Q: Berapa banyak pengalaman organisasi/magang yang harus Anda cantumkan?
A: Kualitas lebih penting daripada kuantitas. Pilih 2-3 pengalaman yang paling relevan dan impactful untuk posisi yang dilamar. Karena lebih baik menjelaskan 2 pengalaman dengan detail menggunakan STAR daripada mendaftar 5 pengalaman tanpa penjelasan yang mendalam.
Feaured image by Peter Olexa

